6 jenis olahraga terbaik selama kehamilan

Spread the love

Olahraga teratur selama kehamilan dapat meningkatkan kesehatan, mengurangi risiko kenaikan berat badan berlebih dan sakit punggung, dan ini dapat membuat proses kelahiran lebih mudah. Olahraga yang sedang selama kehamilan dapat memberi bayi yang baru lahir awal yang lebih sehat.

Berolahraga setiap saat dapat meningkatkan kesehatan jantung dan stamina, mengurangi keletihan dan konstipasi, meningkatkan suasana hati dan tingkat energi, meningkatkan tidur, dan meningkatkan kekuatan otot.

Program olahraga yang dipilih dengan baik dapat memiliki manfaat yang sama selama kehamilan.

Kegiatan yang cocok selama kehamilan adalah jalan cepat, berenang, bersepeda stasioner dalam ruangan, yoga prenatal, dan aerobik low-impact, dipandu oleh instruktur aerobik bersertifikat.

Beberapa latihan khusus dapat membantu mempersiapkan persalinan. Ini memperkecil risiko cedera, bermanfaat bagi seluruh tubuh.

1. Berjalan cepat

Jika tingkat latihan sebelum kehamilan rendah, jalan cepat di sekitar lingkungan adalah cara yang baik untuk memulai. Ini akan memberikan latihan kardiovaskular tanpa terlalu banyak berdampak pada lutut dan pergelangan kaki. Itu bisa dilakukan secara gratis, hampir di mana saja, dan kapan saja selama kehamilan.

Tip keamanan: Saat kehamilan berlanjut, pusat gravitasi Anda berubah, dan Anda dapat kehilangan rasa keseimbangan dan koordinasi Anda. Pilih permukaan yang halus, hindari berlubang, bebatuan, dan rintangan lainnya, dan kenakan alas kaki yang mendukung.

2. Berenang

Berenang dan berolahraga dalam air memberikan rentang gerak yang lebih baik tanpa memberikan tekanan pada sendi. Daya apung yang diakibatkan oleh air mungkin menjadikan semacam bantuan dari berat ekstra badan anda.

Berenang, berjalan di air, dan aerobik air memberi manfaat kesehatan selama kehamilan.

Tips Keamanan:

Gunakan pagar untuk keseimbangan saat memasuki air, untuk mencegah tergelincir.

Hindari menyelam atau melompat, karena ini dapat mempengaruhi perut. Hindari kolam hangat, ruang uap, bak air panas, dan sauna, untuk meminimalkan risiko panas berlebih.

3. Bersepeda stasioner.

Bersepeda dengan sepeda stasioner, juga disebut pemintalan, biasanya aman bahkan untuk olahragawan pertama kali. Ini membantu meningkatkan denyut jantung tanpa terlalu banyak tekanan pada sendi.

Sepeda membantu menopang berat badan, dan karena stasioner, risiko jatuh juga rendah. Kemudian pada kehamilan, stang sepeda yang lebih tinggi mungkin lebih nyaman.

4. Yoga

Kelas yoga pralahir menjaga sendi lentur dan membantu menjaga kelenturan.

Yoga memperkuat otot, menstimulasi sirkulasi darah, dan meningkatkan relaksasi. Ini dapat berkontribusi pada tekanan darah yang sehat selama kehamilan. Teknik yang dipelajari di kelas yoga juga dapat membantu Anda tetap tenang dan terkendali selama persalinan.

5. Aerobik berdampak rendah

Latihan aerobik memperkuat jantung dan paru-paru dan membantu mempertahankan tonus otot. Aerobik berdampak rendah tidak termasuk lompatan, tendangan tinggi, lompatan, atau lari cepat. Dalam latihan berdampak rendah, satu kaki harus tetap di tanah setiap saat.

6. Mempersiapkan proses kelahiran : Jongkok dan panggul miring.

The American Pregnancy Association merekomendasikan beberapa latihan khusus untuk kehamilan, saat mereka mempersiapkan tubuh untuk persalinan.

Berjongkok: Selama persalinan, jongkok dapat membantu membuka panggul, jadi mungkin merupakan ide yang baik untuk berlatih selama kehamilan.

Memiringkan panggul: Ini dapat menguatkan otot perut dan membantu mengurangi sakit punggung.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *